www.radarpena.com

Senin, 17 Desember 2018

Ketidakpastian Harga BBM Picu Anjloknya IHSG

Kamis, 11 Oktober 2018 - 14:15 WIB
Ketidakpastian Harga BBM Picu Anjloknya IHSG
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: dok jawapos

RADARPENA-Pasar saham Indonesia masih belum bisa tertolong dari sentimen negatif yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sulit keluar dari zona merahnya. Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, IHSG anjlok 1,82 persen atau 106 poin ke level 5.714.

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menyebut, pelemahan IHSG berasal dari faktor global dan domestik. Faktor domestik sendiri karena ketidakpastian terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kemarin.

Menurutnya, kabar tersebut memperoleh kesan koordinasi yang kurang kompak antara pemangku kepentingan dan pemerintah. Sehingga, keputusan tersebut menjadi tidak utuh.

“Kekhawatiran pasar melihat arus informasi yang dinilai belum utuh karena ada berita kenaikan tapi nggak jadi hal tersebut terlanjur dikonsumsi pelaku pasar,” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (11/10).

Lucky menuturkan, seandainya BBM dinaikkan pun bukan menjadi persoalan besar dan bisa lebih diterima oleh pelaku pasar.

“Kalau pada akhirnya BBM naik, pelaku pasar satu sikap yang memang harus diterima. Tapi yang jadi persoalan, kesan koordinasi pemerintah atau pemangku kepentingan yang berhubungan dengan rencana itu,” tuturnya.

Selain itu, hal utama yang membuat anjloknya pasar saham tanah air adalah respons bursa asia dan dunia yang runtuh lantaran hasil imbal obligasi yang diumumkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Hal tersebut, kata Lucky, menimbulkan kekhawatiran di bursa saham Wall Street bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan memperlambat perekonomian.

Sebagai informasi, dari bursa utama AS, Dow merosot lebih dari 800 poin dalam penurunan terburuk sejak Februari, Amazon dan saham teknologi memimpin kejatuhan Dow Jones. Hingga penutupan tadi pagi, Dow Jones anjlok 3,15 persen, S&P 500 turun 3,29 persen, dan NASDAQ anjlok 4,08 persen.

(ce1/mys/JPC)

 


Sumber   : jawapos.com

Komentar
Close Ads X