www.radarpena.com

Sabtu, 20 Oktober 2018

Pengobatan Penyakit Kritis Semakin Mahal, Lakukan Proteksi Tepat

Kamis, 11 Oktober 2018 - 21:38 WIB
Pengobatan Penyakit Kritis Semakin Mahal, Lakukan Proteksi Tepat
Peluncuran produk asuransi Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA) kerjasama antara BCA dengan AIA di Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (11/10).(Foto : Andi Mardana)

RADARPENA.CO - Saat ini gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama penyakit kritis sehingga masyarakat dari berbagai usia, baik yang produktif maupun usia senja tidak luput dari risiko penyakit kritis. Berdasarkan data AIA Healthy Living Index Survey 2018 menunjukkan, 87% masyarakat Indonesia sangat mencemaskan biaya untuk pengobatan penyakit kritris.

Penyakit yang dianggap akan menimbulkan dampak finansial yang serius adalah kanker (53%), penyakit jantung (47%) dan diabetes (31%). Untuk pengobatan penyakit seperti kanker, 31% menyatakan mereka membayar menggunakan uang tabungan dan 28% melalui asuransi. 

Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, memiliki jiwa dan raga yang sehat merupakan dambaan hidup semua orang. Meski demikian, gangguan kesehatan atau penyakit yang menyerang tubuh memang tidak bisa diprediksi.

"Olehnya itu, kami bersama dengan AIA mengambil langkah dengan menawarkan solusi proteksi jiwa dan penyakit kritis yang saat ini semakin mahal biayanya," ujar Suwignyo pada peluncuran Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA) kolaborasi BCA dan AIA di Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (11/10).

Produk bancassurance ini merupakan produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup. Cukup dengan membayar premi 10 atau 20 tahun, mendapatkan perlindungan tiga risiko, yakni penyakit kritis, meninggal, dan meninggal akibat kecelakaan. 

"Produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup ini merupakan yang pertama dipasarkan melalui jalur distribusi bancassurance melaiui BCA dan diharapkan dapat memberikan multiple coverage kepada masyarakat terhadap proteksi kesehatannya," jelas Suwignyo.

"Kami berharap dapat membuka akses inklusi asuransi jiwa yang lebih luas serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk proteksi penyakit kritis," ujar Financial Ben Ng, Presiden Direktur AIA.

Chief Marketing Officer AIA Financial Lim Chet Ming menambahkan PRIMA memberikan perlindungan terhadap 60 kondisi penyakit kritis major (termasuk kanker dan serangan jantung), dan Tindakan Bedah Angioplasti, premi terjangkau mulai dari Rp300 ribu dengan masa pembayaran premi yang dapat dipilih yaitu 10 atau 20 tahun, dan manfaat nilai tunai.

"Nasabah akan mendapat perlindungan hingga seumur hidup, premi yang dibayarkan juga tetap berdasarkan usia masuk dan tidak berubah sepanjang masa pembayaran," tambah Lim Chet Ming. 

Dengan premi yang terjangkau dan perlindungan seumur hidup menjadikan PRIMA sebagai sebuah proteksi yang dapat menjangkau berbagai usia. PRIMA diluncurkan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat akan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk penyakit kritis. 

Adapun Asuransi PRIMA menawarkan sejumlah manfaat bagi para pemegangnya. Antara Iain, manfaat meninggal sebesar 100% uang pertanggungan, manfaat meninggal akibat kecelakaan sebesar 200% uang pertanggungan, penyakit kritis minor sebesar 100% uang pertanggungan, tindakan bedah angioplasti sebesar 25% uang pertanggungan (maksimal Rp250 juta), penyakit kritis minor (opsional) sebesar 25% uang pertanggungan, dan manfaat akhir polis sebesar 100% uang pertanggungan.

Redaktur : FT Lumintang
Reporter : Andi Mardana
Sumber   :

Komentar
Close Ads X