www.radarpena.com

Sabtu, 20 Oktober 2018

Terkait BBM, DPR Nilai Pemerintah Plin Plan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 23:15 WIB
Terkait BBM, DPR Nilai Pemerintah Plin Plan
Ilustrasi (Dok.Istimewa)

RADARPENA.CO - Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),  Gus Irawan Pasaribu menilai, pemerintah sangat gegabah dalam mengumumkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yang selang satu jam kemudian setelah dinyatakan batal.

“Tidak memiliki ketegasan dan publik menilai pemerintah itu plin-plan, sebelumnya dikatakan premium sampai 2019 tidak akan naik, harusnya tiga bulan akan ditinjau ulang, tapi diterapkan tidak naik sampai 2019. Eh akhirnya kemarin diumumkan hanya sejam langsung dirubah, Saya kira semua orang sepakat akan hal ini,” ujar Gus di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Lanjut Gus Irawan menjelaskan, dengan ketidaktegasan pemerintah dalam mengambil satu sikap kebijakan terkait BBM ini akan memiliki dampak domino dimana para investor akan menjadi ragu untuk berivestasi di Indonesia .

“Investor itu dimana pun mereka berada membutuhkan satu hal yakni kepastian. Kini sikap pemerintah seperti itu dimana dalam setengah jam bisa berubah. Tentunya ini berbahaya dan dapat semakin membebani rakyat,” paparnya.

Namun demikian, anggota dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mengaku setuju akan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

Namun demikkan, ia khawatir rakyat akan semakin terpuruk dengan adanya kebijakan tersebut.

“Jika melihat dari sisi harga minyak dunia memang kita harus realisitis harga yang ditetapkan sekarang itu kan dulu ekuivalen dengan minyak mentah dunia di angka tertentu, katakanlah 50 misal hari ini sudah di angka 80 itu suatu hal yang pantas, tetapi di lain sisi kami tidak mau ada kebijakan yang membebani rakyat karena daya beli sudah rendah,” tandasnya. 

Redaktur : FT Lumintang
Reporter : --
Sumber   : -

Komentar
Close Ads X