www.radarpena.com

Rabu, 14 November 2018

Hanya Dua Detik, Video Porno Langsung Terdeteksi

Selasa, 06 November 2018 - 13:32 WIB
Hanya Dua Detik, Video Porno Langsung Terdeteksi
Ilham Bintang menunjukkan cara kerja prototype pencegahan video porno yang bisa dioperasikan di handphone. Foto: Lombok Post

RADARPENA.CO - Mendengar kata 'video porno' bagi sebagian besar orang mesti tertuju pada pikiran negatif. Hal ini rupanya menginspirasi Ilham Bintang. Dari video porno, ia bisa menciptakan prototype untuk pencegahan konten tersebut.

Bintang, begitulah nama panggilannya. Ia mahasiswa semester tujuh jurusan Teknik Informatika Universitas Mataram. Kepada Lombok Post (RADARPENA Group), Bintang bercerita bahwa prototype pencegahan video porno yang ia ciptakan merupakan hasil dari penelitian bersama sang dosen, tahun ini. “Saya sudah mulai melakukan penelitian sejak awal Juli,” kata dia.

Penelitian ia lakukan karena memang prototype pencegahan video porno merupakan bahan untuk tugas akhir Bintang. Ide pembuatan prototype muncul karena ia merasa miris dengan banyaknya penyebaran video porno. Meski pemerintah sangat aktif memblokir segala macam situs video porno, namun masih saja ada cela.

Mungkin masih banyak yang belum mengerti secara detail dan penasaran tentang sistem yang diciptakan Bintang. Meski ini merupakan penelitian dosennya yang menjadi tugas akhirnya. Tetapi mahasiswa 22 tahun ini ingin menggunakan metode lain. Menggunakan Convolutional Neural Networks (CNN). Yaitu sebuah pendekatan yang menggunakan jaringan syaraf tiruan. Ini merupakan sistem pengenalan dengan memodelkan jaringan syaraf manusia ke dalam model matematis.

Sistem pengenalan seperti ini dipilih karena video porno memiliki heterogenitas yang tinggi seperti variasi latar belakang, warna kulit, dan pose. Sehingga untuk melakukan pengenalan dengan cara mencari fitur atau keunikan dari kelas yang dimaksud menjadi sulit. Sistem ini, kata Bintang, mengadopsi cara kerja mamalia dalam mengenali objek. Yakni dengan mengonvolusikan citra asli sebelum dikenali. Konvolusi merupakan proses filtering pada citra sehingga didapatkan garis tepi/fitur lainnya.

“Jadi pada sistem ini, ada pengenalan citra untuk mengenali video dengan mengambil sampel frame pada video, teknik pengambilan sampel inilah yang menjadi variabel penelitian,” terang Bintang.

Dengan bahasa sederhananya, sistem ini bisa mengenali secara otomatis berdasarkan pola data yang ada. Sehingga tidak perlu memberi tahu sistem tersebut tentang pola pada data tersebut. Ia mengakui sejauh ini, sistem yang sedang diciptakan masih berjalan di command line. Akan tetapi sistem ini dapat diimplementasikan untuk diletakkan di server misalnya untuk Android, Ios maupun website.

Sebelum berhasil menciptakan prototype pencegahan video porno, beberapa bulan belakangan ini ia telah melakukan percobaan sampai ratusan kali. Untuk mencocokkan apakah data yang dimasukkan bisa dikenali oleh sistem mengarah pada unsur porno atau tidak.

Namun berkat kegigihannya, prototype pencegahan video porno itu berhasil ia ciptakan. Bintang mengatakan, untuk mendeteksi adanya video porno di dalam laptop maupun handphone, hanya membutuhkan waktu dua detik saja. Tetapi itu untuk resolusi video 240p.

“Jadi kalau mau deteksi video lebih dari resolusi itu misalnya 720p atau 1080p, harus dikonversi videonya ke 240p, kalau gak bakalan lama deteksinya,” kata Bintang.

Ia mengakui, memang itu yang menjadi kelemahan prototype pencegahan video porno. Masih belum bisa mendeteksi secara cepat untuk video beresolusi tinggi. Hal itu juga yang sedang ia kembangkan sekarang. Namun lebih dari pada itu, prototype pencegahan video porno sangat bermanfaat.

Sebab prototype bisa tertanam dalam laptop dan handphone. Jadi saat prototype masuk dalam sistem benda tersebut, akan dengan sendirinya mendeteksi konten-konten porno.

“Ini sangat bagus digunakan orang tua, untuk melindungi gadget-gadget yang digunakan anak-anak, jadi bisa langsung tahu apakah anak mereka simpan konten porno secara cepat,” tegas Bintang.

Berkat idenya tersebut, Bintang berhasil menjadi juara satu Pemuda Inspiratif 2018 yang digelar Kemenpora RI di Kota Mataram.

(fab/jpg/JPC)

 

Redaktur : --
Reporter : --
Sumber   : jawapos.com

Komentar
Close Ads X