www.radarpena.com

Rabu, 14 November 2018

Lukisan Binatang Tertua, Usianya Lebih dari 40 Ribu Tahun

Kamis, 08 November 2018 - 21:35 WIB
Lukisan Binatang Tertua, Usianya Lebih dari 40 Ribu Tahun

RADARPENA.CO - Tiga binatang mirip sapi gemuk tergambar di gua Lubang Jeriji Saleh, Kalimantan Timur. Gambar yang paling besar tingginya mencapai 2 meter lebih. Gambar binatang itu bukan baru dibuat. Tapi sudah ada sejak sekitar 40 ribu – 52 ribu tahun yang lalu. Hal itu terungkap dalam jurnal Nature yang dirilis Rabu (7/11/2018). Para peneliti meyakini bahwa itu adalah lukisan binatang dalam gua yang tertua di dunia. 

Sejatinya, lukisan di gua Lubang Jeriji Saleh itu sudah ditemukan sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Tapi kala ini para peneliti belum berhasil menentukan berapa usia lukisan tersebut. Mereka akhirnya menggunakan teknologi yang disebut analisis seri uranium untuk menentukan usia luksian itu. Hasilnya diketahui bahwa lukisan tersebut  lebih tua dari pemegang rekor tahun 2014 lalu. Yaitu lukisan babi rusa di Sulawesi yang berusia 35 ribu tahun. 

'Itu mungkin spesies binatang ternak liar yang masih  bisa ditemukan di hutan-hutan Kalimantan,'' ujar arkeolog dan profesor di Griffith University, Australia Maxime Aubert seperti dikuti USA Today. Dia adalah penulis utama di jurnal tersebut. 

Belum diketahui itu adalah jenis binatang apa ataukah apa arti binatang itu bagi para manusia purba yang melukisnya. Ada kemungkinan itu bukan hanya sekedar binatang yang mereka  buru untuk dimakan. Tapi punya arti penting.  

''Penemuan baru ini mendorong diskusi tentang apakah peristiwa sejarah atau evolusi mendorong ledakan kreativitas manusia yang hampir bersamaan,'' 

Itu karena lukisan gua ternyata tidak hanya ada di benua Eropa seperti pemikiran banyak peneliti selama ini. Tapi juga ada di Asia. Seni melukis itu berkembang dan berevolusi di Eropa dan Asia kurang lebih di waktu yang hampir bersamaan. Para seniman di Asia Tenggara diyakini memiliki peranan kunci dalam perkembangannya. 

Lukisan yang ada di gua ubang Jeriji Saleh itu bukan hanya binatang. Tapi ada pula tangan-tangan manusia dengan warga merah dan ungu. Jumlahnya ratusan. Beberapa lukisan saling bertumpuk. Lukisan tangan itu usianya lebih muda. Kisarannya belasan ribu tahun.

''Siapakah seniman Kalimantan itu dan apa yang terjadi pada mereka masih misterius,'' tulis arkeolog  Pindi Setiawan yang membantu penulisan jurnal tersebut. (sha)

Redaktur : --
Reporter : --
Sumber   :

Komentar
Close Ads X