www.radarpena.com

Senin, 17 Desember 2018

7 Gejala Otak yang Alami Penuaan Dini, Apa Saja?

Kamis, 06 Desember 2018 - 17:16 WIB
7 Gejala Otak yang Alami Penuaan Dini, Apa Saja?
Ilustrasi otak. Foto: Pixabay

RADARPENA.CO - Otak merupakan salah satu organ tubuh yang vital. Terganggu sedikit saja, beragam aktivitas sehari-hari niscaya akan terhambat. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan otak tak akan sama seperti dulu lagi. Beragam masalah akan muncul, salah satunya penuaan dini otak.

Seiring bertambahnya usia, otak mengalami penurunan fungsi daya ingatnya. Misalnya ketika lansia di atas 60 tahun lupa di mana meletakkan barangnya. Namun, menjadi tidak wajar ketika Anda yang masih berusia 30 atau 40 tahunan sering lupa. 

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, jika Anda baru berusia 30 tahun dan fungsi otak Anda sudah menurun, itu tandanya Anda mengalami penuaan dini. Dan bisa saja, ini tanda Anda mengalami berbagai penyakit yang menyerang otak.

Penurunan fungsi otak salah satunya ditandai dengan mudah lupa. Namun, masih ada gejala lain yang menunjukkan fungsi otak Anda sedang menurun. Berikut tandanya.

1. Kehilangan ingatan jangka pendek
Kehilangan ingatan jangka pendek adalah salah satu tanda otak Anda menua lebih cepat. Lebih dari itu, kehilangan ingatan jangka pendek berarti ada ancaman Alzheimer. 

“Area otak pada penderita Alzheimer yang paling sering diserang adalah ingatan jangka pendek,” ujar Michael R. Wasserman, MD, anggota dewan Yayasan Kesehatan di American Geriatrics.

Jadi, gejala awal utama penyakit ini adalah kehilangan ingatan jangka pendek. Hal ini dapat mencakup semuanya, mulai dari melupakan peristiwa hingga ketidakmampuan mengingat instruksi. Mengulangi pertanyaan atau melupakan percakapan terakhir juga merupakan salah satu indikator.

2. Kehilangan ingatan jangka panjang
Jika masalah ingatan Anda meluas ke hal-hal yang terjadi bertahun-tahun atau puluhan tahun lalu, bisa jadi Anda berurusan dengan berbagai jenis demensia.

"Untuk orang dengan Alzheimer, memori jangka panjang masih bisa mereka ingat. Namun, Anda yang punya masalah memori jangka panjang bisa jadi awal dari sakit demensia," ujar Dr. Wasserman.

3. Lupa banyak kosakata
Gejala lainnya adalah kesulitan mengingat kosakata dasar, misalnya kosakata untuk barang tertentu bahkan nama orang. Ini bisa menjadi tanda adanya masalah kognitif.

"Hal ini disebabkan oleh kesulitan di bagian otak yang mengontrol bahasa, biasanya di lobus temporal kiri atau parietal. Itu juga bisa menjadi tanda pertama penyakit Alzheimer, gangguan neurodegeneratif lainnya, lesi otak struktural, atau kerusakan terkait stroke," kata David M. Holtzman, MD, Profesor dan Ketua Departemen Neurologi, Universitas Washington.

4. Perubahan mood dan kepribadian
Gampang sedih atau bahkan apatis juga bisa menjadi tanda otak Anda bermasalah.

"Menjadi lebih pasif atau mudah depresi pada orang tua bisa menjadi tanda tambahan adanya gangguan kognitif. Ini bisa disebabkan oleh perubahan pada lobus frontal, amygdala, dan struktur lain di otak karena penyakit Alzheimer atau kondisi otak lainnya," ujar Dr. Holtzman.

5. Terganggunya keseimbangan
Ketika muncul jenis lain demensia, beberapa gejala fisik juga bisa menjadi gejala. Salah satunya adalah kehilangan keseimbangan. Kondisi ini disebut dengan lewy body dementia, yakni kondisi progresif dimana endapan protein abnormal menumpuk di otak, sering disertai dengan beberapa karakteristik seperti penyakit Parkinson.

"Jadi orang-orang mungkin memiliki kekakuan dan tremor di ekstremitas (anggota gerak) atau beberapa halusinasi, terutama halusinasi pendengaran," Dr. Holtzman menjelaskan.

6. Kehilangan indra penciuman
Selama ini Parkinson adalah penyakit yang sering menyerang indra penciuman. Akan tetapi, Alzheimer kini juga bisa membuat indra penciuman seseorang menjadi lemah.

7. Kesulitan mendengar
Ada banyak penyebab gangguan pendengaran yang berbeda, mulai dari infeksi hingga gendang telinga pecah. Penyakit Alzheimer mungkin salah satu penyebabnya. Plak di otak yang terkait dengan kondisi ini dapat mengganggu kemampuan pusat pendengaran untuk berfungsi.

Agar kesehatan otak Anda terjaga, tetaplah aktif beraktivitas fisik, banyak membaca, dan istirahat yang cukup. Selain itu imbangi dengan asupan makanan seimbang dan rutin berolahraga. Jika Anda masih tergolong muda, tapi mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

(HNS/ RVS/klikdokter)


Sumber   : jpnn.com

Komentar
Close Ads X