www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Tak Mampu Bayar BHP, Bolt dan First Media Resmi Ditutup

Jumat, 28 Desember 2018 - 13:22 WIB
Tak Mampu Bayar BHP, Bolt dan First Media Resmi Ditutup
Direktur Jenderal SDPPI Kemenkominfo Ismail (tengah) di acara jumpa pers pencabutan IPFR 2,3 GHz milik layanan telekomunikasi Bolt. FOTO: RIAN ALFIANTO/JAWAPOS.COM

RADARPENA.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai Jumat (28/12) ini resmi mencabut izin Penggunaan Pita Frekuensi (IPFR) radio 2,3 GHz PT First Media (KBLV) dan PT Internux (Bolt). Kedua perusahaan itu milik Lippo Group.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan, berdasarkan keputusan Menkominfo, Jumat (28/12), kedua operator tersebut resmi tidak lagi dapat menggunakan frekuensi 2,3 GHz untuk melayani konsumen.

"Mereka harus melakukan shutdown terhadap core radio network operations center mereka agar tidak lagi menggunakan frekuensi 2,3 GHz," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (28/12).

Lebih jauh Ismail menerangkan, pencabutan IPFR 2,3 GHz Internux dan First Media KBLV dinyatakan berakhir lantaran kedua perusahaan tersebut tidak dapat menunaikan kewajiban.

"Mereka tidak dapat membayar tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) IPFR 2,3 GHz dan denda yang dikenakan," imbuhnya.

Seperti pernah kami beritakan sebelumnya, PT First Media Tbk (KBLV) tersandung utang BHP selama periode 2016-2018 senilai hampir Rp 500 miliar oleh Kemenkominfo. Rencana pencabutan IPFR kedua perusahaan tersebut juga sempat molor.

Selain tersandung kasus utang, drama pencabutan IPFR 2,3 GHz Internux dan First Media (KBLV) juga diwarnai aksi gugatan. Gugatan tersebut akhirnya dicabut sendiri oleh perusahaan tersebut. Adapun kala itu, gugatan juga berkenaan dengan sanksi tunggakan utang dan kewajiban membayar IPFR 2,3 GHz yang mesti dibayarkan Internux dan First Media (KBLV).

Sebagai tambahan, PT First Media Tbk (KBLV) yang kini sudah resmi dicabut izinnya merupakan layanan telekomunikasi nirkabel (Broadband Wireless Access 2,3 Ghz). Perusahaan ini terpisah dari lisensi TV Kabel & Fixed Broadband Internet.

Layanan berbasis kabel tersebut dioperasikan PT Link Net Tbk dengan menggunakan merek dagang yang sama, First Media. Sejauh ini layanan TV Kabel & Fixed Broadband Internet masih beroperasi seperti biasa.

(ryn/JPC)


Sumber   : jawapos.com

Komentar
Close Ads X