www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Hore, Permohonan Ganti Kelamin Warga Bogor Dikabulkan PN Cibinong

Jumat, 04 Januari 2019 - 17:15 WIB
Hore, Permohonan Ganti Kelamin Warga Bogor Dikabulkan PN Cibinong
PN Cibinong.

RADARPENA.CO – Pengadilan Negeri (PN) Cibinong mengabulkan permohonan status ganti kelamin yang diajukan PD (39), wanita asal Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dalam pengabulan permohonan itu, PN Cibinong juga memerintahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor untuk mengubah identitas jenis kelamin PD dari perempuan menjadi laki-laki di akta kelahiran dan dokumen penting lainnya.

Untuk penetapan perubahan status jenis kelamin PD akan dibacakan PN Cibinong pada hari Selasa, 8 Januari mendatang.

Humas PN Cibinong, Ben Ronald Situmorang mengatakan, PD bukan menjadi satu-satunya wanita di Kabupaten Bogor yang mengajukan perubahan status jenis kelamin.

Pada tahun 2017, lanjutnya, ada dua wanita warga Kabupaten Bogor dan satu wanita warga Kota Bogor yang juga melayangkan permohonan ke PN Cibinong untuk berganti jenis kelamin menjadi laki-laki.

“Putusan PN jadi bekal pemohon untuk mengganti nama dan status kelamin pada kartu identitas seperti mengganti nama pada KTP-el, akta kelahiran dan surat lainnya termasuk ijasah,” ujarnya, Jumat (4/1).

Secara terpisah, dokter ahli narkotika dan seksologi, dr Bona Simanungkalit kepada wartawan menerangkan, terkait fenomena wanita berganti gender menjadi laki-laki, faktor utamanya karena biologi, psikologi, dan sosial.

“Dari beberapa penelitian bisa berbeda, misalnya di Jepang dan New Zealand lebih banyak dari wanita ke laki-laki. Tapi di Dublin malah sebaliknya,” kata dr Bona.

Ia menegaskan, pada dasarnya, kelamin laki-laki dan perempuan serupa. Hanya saja pertumbuhannya berbeda.

“Kelamin itu di awal sama. Jadi, penis itu sama dengan klitoris. Pada wanita, penisnya tidak berkembang makanya jadi klitoris. Pada laki-laki klitorisnya berkembang jadilah penis,” papar dr Bona.

“Ladium yang ada pada vagina wanita, sama halnya dengan krotum yang ada pada laki-laki. Beberapa hal itu yang membuat teknik operasi antar pergantian kelamin dari perempuan menjadi laki-laki dan laki-laki menjadi perempuan tidak jauh berbeda,” paparnya.

Namun dr Bona menambahkan, walau kelamin baru, klitoris yang ada pada perempuan tak lantas bisa difungsikan menjadi penis.

Pada beberapa kasus pergantian kelamin dari perempuan menjadi laki-laki, penis yang digunakan merupakan sintetis. Tapi, fungsinya tidak serupa dengan penis aslinya.

“Pergantian kelamin tak melulu atas dasar keinginan individu tapi fenomena dengan istilah kelamin ganda,” kata dr Bona.

“Untuk kasus kelamin ganda sering terjadi pada perempuan ketika dewasa kemudian klitorisnya membesar layaknya penis. Kelamin ganda bermacam-macam, ada klitorisnya yang terlalu besar, ada vaginanya yang kurang terbuka,” tambahnya lagi. (bem)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X