www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

IPW Sesalkan Polri Tebang Pilih Menindak Pelaku Penyebar Hoaks

Sabtu, 05 Januari 2019 - 20:17 WIB
IPW Sesalkan Polri Tebang Pilih Menindak Pelaku Penyebar Hoaks
Ilustrasi hoaks.

RADARPENA.CO -  Indonesia Police Watch (IPW) menyesalkan sikap Polri yang tebang pilih menindak kasus pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks.

Dua terduga pelaku penyebar hoaks kontainer berisi surat suara tercoblos yang ditangkap Bareskrim Polri notabene adalah orang kecil.

HY ditangkap di Bogor sementara LS diamankan di Balikpapan. Keduanya diringkus tak lama setelah menyebar berita hoaks melalui media sosial.

"HY dan LS cepat ditangkap. Sementara tokoh partai Andi Arif dan tokoh organisasi keagamaan Tengku Zulkarnain, dibiarkan leluasa oleh Polri tanpa ada tindakan," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya yang diterima Radarpena, Sabtu (5/1).

"Padahal tindakan HY dan LS itu sama seperti tindakan Andi Arif dan Tengku Zulkarnain. Sama-sama menyebar berita hoaks ke masyarakat," imbuhnya lagi.

Neta mengatakan, IPW berharap Polri netral dan berada di garda terdepan untuk memerangi hoaks di negeri ini.

Artinya, siapa pun pelakunya harus segera ditangkap, diperiksa dan dituntaskan kasusnya di pengadilan.

"Apakah tersangkanya wong cilik maupun wong gede harus diproses hukum tanpa diskriminasi agar  orang orang gede tidak latah menjadi penyebar hoaks," kata Neta.

"Untuk itu IPW juga mempertanyakan sikap Polri cepat menangkap HY dan LS. Sementara Andi Arif dan Tengku Zulkarnain sampai sekarang tak ada tanda-tanda akan diproses hukum meski perbuatannya nyata dan serupa dengan HY dan LS," tukasnya lagi.

Menurut Neta, Polri punya kewajiban untuk menjaga dan menegakkan kehormatan upaya penegakan hukum di negeri ini.

Pasalnya, Neta meneruskan, Polri  adalah hulu dari terciptanya rasa keadilan masyarakat.

Jika hulu keadilan tersebut tak terawat dan malah kerap bersikap diskriminatif dan cenderung takut pada wong gede, "Bagaimana rasa keadilan dalam kehidupan berbangsa bisa tercipta," Neta berucap.

Polri, katanya, harus berani bersikap tegas terhadap para penyebar hoaks untuk menjadikan  Pilpres 2019 sebagai kegembiraan politik yang aman dan damai bagi bangsa Indonesia.

Tanpa pandang bulu, Polri juga berkewajiban mengantisipasi dan melakukan deteksi dini terhadap manuver pihak-pihak tertentu, terutama di masa jelang Pilpres 2019  dan setelah pilpres.

"Sikap tegas Polri untuk menindak semua penyebar hoaks sangat diperlukan. Tapi jangan tebang pilih dan jangan diskriminasi menindaknya," Neta menegaskan. (bem)

 


Sumber   :

Komentar
Close Ads X