www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Leukimia Paling Banyak Diderita Anak Indonesia

Minggu, 06 Januari 2019 - 00:31 WIB
 Leukimia Paling Banyak Diderita Anak Indonesia

RADARPENA.CO - Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang paling ditakuti banyak orang. Tak hanya orang dewasa, anak-anak usia dini pun bisa terkena penyakit mematikan ini.

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan, prevalansi kanker anak umur 0-14 tahun sebesar 16.291 kasus, dan jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia adalah leukimia.

Menurut dokter Andika Surya Atmadja, leukimia adalah penyakit keganasan pada sel darah dan jaringan pembentuknya, yaitu sumsum tulang, dan sistem limfatik.

Dilanjutnya, ada beberapa jenis leukimia, beberapa di antaranya sering terjadi pada anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa.

“Pada penderita leukimia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang abnormal sehingga tidak bisa berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh dengan baik,” kata dokter Andika Surya Atmadja seperti dilansir aplikasi Alodokter.

Menurutnya, penyebab pasti leukimia hingga kini belum diketahui. Namun ada beberapa penelitian yang menduga leukimia terjadi karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan.

Lebih lanjut dokter Andika menjelaskan leukimia secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronik.

“Leukimia akut umumnya memiliki kondisi klinis yang dapat memburuk dengan cepat dan perlu penanangan yang lebih agresif dibandingkan dengan penderita leukimia kronik,” tuturnya.

Andika juga mengungkapkan gejala yang ditimbulkan akibat leukimia dapat bervariasi, namun penderita umumnya mengeluhkan demam, menggigil, badan terasa lemas, sering mengalami infeksi, penurunan berat badan, teraba pembesaran kelenjar getah bening, mudah memar, mimisan berulang, nyeri pada tulang, dan lainnya.

 “Untuk mendiagnosa pasti seseorang mengalami leukimia apa tidak, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa biopsi sumsum tulang. Dari itu juga dapat diketahui stadium dan jenis leukimianya,” ungkap Andika.

Tatalaksana leukimia tergantung dari kondisi pasien, jenis, dan derajat keparahan leukimia yang diderita, juga komplikasi yang sudah ditimbulkan.

“Dokter bisa menyarankan terapi, berupa kemoterapi, radioterapi, terapi stem sel, transplantasi sumsum tulang, atau yang lain, tergantung pertimbangan dokter yang memerika,” papar Andika.

Pada dasarnya segala keganasan dapat muncul kembali meski sudah berobat secara tuntas. Hal itu, menurutnya, tergantung dari stadium mulai terapi serta kondisi pasien.

“Namun jangan berkecil hati, yang perlu dilakukan apabila penderita leukimia sudah berobat tuntas dan dinyatakan sembuh, anda tetap perlu kontrol secara rutin sesuai anjuran dokter. Karena dengan deteksi dini dan terapi yang sesuai, perburukan kondisi dapat dicegah,” pungkasnya. (heqa)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X