www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Jasa Foto Pernikahan, Bisnis Menarik yang Tak Pernah Lekang Oleh Zaman

Minggu, 06 Januari 2019 - 18:11 WIB
Jasa Foto Pernikahan, Bisnis Menarik yang Tak Pernah Lekang Oleh Zaman
Bisnis jasa foto pernikahan.

RADARPENA.CO – Setiap momen sakral pernikahan pada umumnya butuh jasa fotografer untuk mengabadikannya. Terlebih di era sekarang yang serba digital, di mana karya foto bisa langsung dilihat dan setting keindahannya. Menjadi bisnis yang tak pernah lekang oleh zaman, pastinya.

Penilaian ini juga diakui Arsika Prahasta, salah seorang pelaku bisnis foto pernikahan. Menurutnya, pernikahan itu merupakan kejadian yang mungkin hanya berlangsung sekali seumur hidup. Setiap momen dalam pernikahan jadi sangat terasa penting dalam hidup seseorang.

Sebagai pelaku jasa foto pernikahan, Arsika mendirikan instansi foto wedding yang diberi nama Highlight Photo. Dari pengalamannya berbisnis jasa ini, ia  juga menjadi tahu jika style dan selera foto wedding zaman sekarang sangat berbeda dengan zaman dulu. Terutama dalam hal pemilihan warna.

Dikatakannya, foto-foto wedding zaman dulu lebih condong memainkan warna lebih terang dan kemerahan. Sedangkan untuk masa sekarang banyak pasangan lebih menyukai pemilihan warna-warna soft untuk hasil fotonya. Dari warna soft itu, kata Arsika, suatu foto akan terlihat simpel namun tak menghilangkan kesan elegan.

“Sekarang banyak pasangan suka foto-foto yang simpel dan elegan. Kalau dulu mungkin warnanya lebih terang dengan warna-warna gold atau merah. Sedangkan sekarang lebih banyak yang memilih warna-warna soft, pastel untuk tone color-nya,” kata Arsika kepada Radarpena di kediamannya, Minggu (6/1).

“Baik foto maupun video, pemilihan lebih ke warna-warna soft, warna-warna cokelat atau biru pastel. Jadi lebih terlihat elegan dan simple,” lanjutnya.

Harga pasar

Pria yang sudah lima tahun menggeluti bisnis foto wedding ini mengaku profesinya sebagai fotografer bermula dari hobi. Ia mulai belajar fotografi  sejak masih kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta. Dari situ, kemudian mulai terpikir olehnya untuk bisa dapat uang tambahan dari hobinya tersebut.

“Dari sana  mulai mikir gimana caranya dapat uang dari foto. Dan paling simpel pada saat itu bergerak di industri foto wedding karena pasti ada saja yang menggunakan jasa ini,” katanya.

Dari menggarap bisnis fotonya, Arsika mengaku bisa memeroleh keuntungan mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta untuk sekali jasa pemotretan. Meski begitu, diakuinya juga tak setiap bulan keuntungan seperti itu bisa didapat.

“Namanya bisnis akan selalu ada pasang surutnya. Karena bicara fotohgrafi sekarang semua orang sudah bisa memotret. Fotografi kan mudah untuk dilakukan, Cuma modal kamera, dia bisa motret. Untuk peluangnya ke depan pasti akan lebih berat karena menjamurnya fotografer-fotografer baru,” aku Arsika.

“Untuk paket wedding foto, di kita itu ada lima pilihan paket. Mulai dari harga Rp5 juta sampai di atas Rp10 juta. Tapi jika mau dipaketkan dengan foto pra wedding bisa sampai Rp15 juta hingga Rp20 juta,” lanjutnya.

Lebih lanjut Arsika juga memberikan tips bagi fotografer pemula yang ingin terjun ke bisnis foto wedding.

Menurutnya, hal yang paling penting dari bisnis adalah kemampuan dan basic memotret, serta kemampuan mencari dan mengembangkan jalur relasi.

“Tips untuk yang mau bisnis di foto wedding yang pertama harus bisa memotret dan banyakin relasi untuk dapatkan klien,” jelasnya.

Terlebih, sambungnya, harga pasar foto pernikahan sekarang sudah rusak akibat ulah beberapa oknum fotografer amatir yang ingin memanfaatkan peluang dengan cara membanting standar harga yang sudah umum.

“Sekarang banyak sekali fotografer yang ingin punya job tapi harus mematikan harga pasar yang ada. Jadinya kasihan buat yang baru mau memulai karena langsung dihadapkan dengan persoalan seperti itu,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, terusnya lagi, ia berharap agar fotografer-fotografer pemula bisa bersaing secara sehat demi kemajuan industri foto wedding itu sendiri.

Dengan harga yang sehat, kata Arsika, tentunya hasil karya foto juga tidak akan  asal-asalan karena bisa jadi penghargaan terhadap karya yang dihasilkan.

“Jadi kesimpulannya, untuk bisnis foto wedding semoga bisa terus berkembang dan jangan ada fotografer baru yang mematikan harga pasaran,” tandas Ariska. (heqa)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X