www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Polri Belum Periksa Andi Arief dan Tengku Zulkarnain, Ini Alasannya

Senin, 07 Januari 2019 - 11:25 WIB
Polri Belum Periksa Andi Arief dan Tengku Zulkarnain, Ini Alasannya
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. Foto: Istimewa

RADARPENA.CO – Bareskrim Mabes Polri tak mau buru-buru melakukan proses pemanggilan terhadap politisi Partai Demokrat Andi Arief dan tokoh ulama Tengku Zulkarnain. Alasannya, perlu mengkaji dan menganalisa laporan yang sudah diterima.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan, setiap laporan tetap ditindaklanjuti, tidak terkecuali Andi Arief dan Ustad Tengku Zulkarnain.

"Semua dalam proses, tim butuh waktu karena harus mempelajari, mengkaji, dan menganalisa laporan yang ada dan diterima. Kami sedang menunggu update dari tim penyidik hingga Senin (7/1)," ujar Dedi, Minggu (6/1).

Di tempat terpisah, Ketua KPU Arief Budiman berharap agar Polri segera memproses kasus berita bohong adanya surat suara yang telah dicoblos di Tanjung Priok, terlebih KPU telah melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Dan lagi-lagi Ketua KPU Arief Budiman menolak jika keberangkatannya ke Bea Cukai Tanjung Priok, karena twitter dari Wasekjen Demokrat Andi Arief.

"Keberangkatan kami sebenarnya juga sudah tahu, kalau memang ini berita hoaks. Tapi, kan harus dibuktikan, makanya kami berangkat. Kami juga tahu kalau itu hoaks," timpalnya.

Sementara itu, nada tegas juga dilontarkan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi terkait berita bohong surat suara di Tanjung Priok. Menurutnya, cuitan Andi Arief di twitter memang sudah didesain dan difikirkan secara matang untuk menghindari tuduhan penyebar hoaks.

Pramono dengan tegas menyatakan jika redaksional kata telah diatur untuk menghindari tanggung jawab. "Kami terbuka terhadap kritik, baik dari media, baik dari sipil, semua kita terima.Tapi, kalau tujuannya menjatuhkan kredibilitas KPK, untuk kejahatan, untuk mengganggu tahapan jalannya pemilu, kami akan lapor," terang Pramono.

Bukan tanpa alasan KPU melapor ke Bareskrim, karena ada beberapa pihak yang ingin membangun image bahwa KPU tidak bisa dipercaya dan ingin meruntuhkan KPU.

Lebih lanjut Pramono mengatakan pihaknya selama ini sudah terbuka. Ia juga mengatakan jika memang ada pihak yang ingin menjatuhkan kredibilitas KPU. Sebut saja soal kardus, soal penggandaan Rp 25 juta, menurutnya, sengaja menjatuhkan. Pihaknya juga siap memerangi dengan cara memberikan keterangan dengan lengkap.

Ia juga berharap pengusutan terhadap penyebar berita bohong kontainer berisi surat suara harus selesai. Jika terbukti harus diberikan sanksi yang setimpal. Polisi juga harus meringkus biang keladi penyebar hoaks, bukan cuma kelas teri.

“Termasuk tokoh publik yang memviralkan juga harus mempertangungjawabkan. Harusnya tokoh publik adalah memberikan informasi yang benar. Bukan berita sumir malah langsung diviralkan, itu sama sekali tidak bertanggung jawab,” paparnya.

Seperti diketahui Andi Arief dilaporkan relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, C. Suhadi, ke Bareskrim Polri pada Kamis (3/1).

Sehari kemudian, gilaran Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain ikut dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) lantaran dianggap ikut mengunggah hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di akun twitternya.

Adapun pelaporan kepada kedua tokoh ini resmi dilayangkan oleh pelapor sebagaimana tertera pada daftar laporan polisi, antara lain LP nomor STTL/005/I/2019/Bareskrim yang tertulis dua nama terlapor salah satunya, Andi Arief. Dengan pasal yang disangkakan yakni, UU ITE Pasal 28 ayat (1), Jo pasal 45 ayat (2) tentang penyebaran berita bohong.

Sedangkan, untuk Tengku Zulkarnaen dilaporkan sesuai dengan nomor LP/0019/I/2019/Bareskrim dengan pasal yang sama. Atas laporan ini keduanya pun mengaku siap apabila dipanggil guna dimintai keterangan oleh polisi.

(mhf-khl/ful)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X