www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Bisnis Vape Diyakini Tambah Menjanjikan Tahun 2019

Senin, 07 Januari 2019 - 12:03 WIB
 Bisnis Vape Diyakini Tambah Menjanjikan Tahun 2019
Salah satu kegiatan di Vapestore yang ada di Jakarta Timur.

RADARPENA.CO - Pergeseran dari rokok tembakau menjadi rokok elektrik sudah jadi gaya hidup baru di Indonesia. Lebih dikenal dengan nama vaporizer, rokok elektrik dengan aneka rasa ini mulai masuk ke Indonesia sejak 2013 dan mulai dipasarkan secara masif pada 2014.

Sebagaimana bisnis yang berkaitan dengan gaya hidup, vaporizer yang sering disebut "vape" juga berkembang cepat. Meski masih didominasi barang impor, namun hanya perlu tiga tahun untuk vape menjadi komoditi dagang yang cukup menjanjikan.

Wisnu Mumpuni, pemilik toko vape The Godvapor kepada Radarpena mengakui betapa menjanjikannya bisnis ini. Ia merintis bisnis berjualan vaporizer dan pernak-perniknya sejak 2014 dengan memanfaatkan tren jual-beli online.

Dua tahun berjalan, Wisnu sudah bisa membuka gerai di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Bahkan, setahun belakangan, ia berhasil menelurkan produk cairan vaporizer racikannya sendiri.

Ia bersama sejumlah merk lokal lainnya kini berhasil mendominasi pasar e-juice Indonesia dengan prosentase fantastis, 90 persen.

Legalisasi vape dengan penerapan cukai sejak 1 Oktober 2018 lalu berdampak positif bagi pengusaha vapestore.  Walaupun pesaing semakin bermunculan, Wisnu mengaku angka penjualannya tetap mengalami peningkatan.

"Sebagai pengusaha, lebih tenang sejak ada cukai. Pelanggan juga bertambah dan mereka tidak takut lagi untuk nge-vape," kata pria yang juga piawai bermain bass ini.

Wisnu optimis bisnis vape makin menjanjikan di 2019. Ia pun bersyukur atas legalisasi vape di Indonesia. Sebab, tidak semua negara membolehkan vape.

 "Apapun konsekuensinya, kami jalani. Kami berharap pemerintah terus mendukung dan mempermudah izin untuk bisnis ini," ucapnya.

Pengakuan serupa juga dikatakan Libianto Sanjaya. Pria yang akrab disapa Libi ini  memulai bisnis vapestore secara online sejak 2015.

Libi yang awalnya hanya sebagai pengguna, memutuskan untuk menjadi pedagang karena melihat ada potensi keuntungan dari produk rokok elektrik ini.

Toko milik Libi yang diberi nama Raven Vapehouse kini telah setahun berjalan. Seperti dikatakannya, ada banyak efek positif dari diberlakukannya cukai oleh pemerintah. Bahkan ia optimis bisnis vape masih oke untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.

"Toko makin terbantu karena standarisasi kualitas barang makin baik, harganya juga lebih stabil, persaingan pun makin sehat," ungkapnya.

Lainnya lagi, baik Wisnu maupun Libi mengecam keras terhadap mereka yang menyalahgunakan vaporizer dengan cairan yang mengandung narkoba.

Mereka berharap penegakan hukum dan bantuan edukasi tentang vape dari pemerintah.

Keduanya juga tak tak ingin ada pelanggan atau pun masyarakat awam memandang vape sebelah mata karena kejadian tersebut. (alidrian fahwi)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X