www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Satgas Antimafia Bola Polri Buat Tiga Berkas Tersangka Kasus Match Fixing

Senin, 07 Januari 2019 - 14:06 WIB
Satgas Antimafia Bola Polri Buat Tiga Berkas Tersangka Kasus Match Fixing
Ketua Satgas Antimafia Bola Polri bidang media, Kombes Pol Argo Yuwono.

RADARPENA.CO – Satgas Antimafia Bola Polri sudah membuat tiga berkas tersangka kasus pengaturan skor atau match fixing. Ketiga berkas dibuat berdasarkan laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, sebelumnya.

"Kita split menjadi tiga berkas yang saat ini masih dalam penyidikan. Berkas tersangka Priyanto dan Anik, kemudian berkas tersangka Johar Lin Eng, dan ketiga berkas tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih,” jelas Ketua Satgas Antimafia Bola Polri bidang media, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/1).

“Untuk pengembangan kasus kami akan layangkan panggilan kepada Bendahara PSSI, Berlington Siahaan. Akan dimintai keterangan sebagai saksi pada Selasa (8/1) besok,” tambahnya.

BACA JUGA:

Satgas Antimafia Bola Makin Banyak Terima Laporan Kasus Match Fixing

Manajer Bola di Jateng Adukan Uang Pengaturan Skor ke Satgas Antimafia Bola

Satgas Antimafia Bola Polri Buka Call Center

Kemudian, lanjut Argo, dari pengembangan kasus Persibara Banjarnegara penyidik juga sudah menerbitkan satu buah laporan polisi model A yang terlapornya adalah tersangka Vigit Waluyo dengan terlapor Dwi Irianto.

"Jadi dari laporan itu kita kan juga lakukan penyelidikan. Kita akan klarifikasi dari pada saksi-saksi dan dari saksi yang lain serta bukti-bukti yang ada," jelasnya.

Dikatakan Argo lagi, dari laporan yang diterima tim Satgas Antimafia Bola terungkap Mbah Putih alias Dwi Irianto menerima aliran dana dari Vigit Waluyo sebesar Rp115 juta. Uang tersebut merupakan dana untuk memenangkan PS Mojokerto agar bisa naik kasta ke Liga 2.

"Jadi dari terlapor berperan ia menerima untuk terlapor DI menerima aliran dana dari terlapor VW sebesar Rp115 juta dengan tujuan memenangkan PS Mojokerto untuk dari Liga 3 menjadi Liga 2," Argo berujar.

Terkait penyerahan diri yang dilakukan Vigit Waluyo beberapa waktu lalu, Argo mengatakan Satgas Antimafia Bola belum berencana memanggil sebelum ada keterangan saksi.

"Tidak, (VW) masih di Jawa Timur. Jadi kita masih menetapkan tersangka nanti kalo ada keterangan saksi, kita gelar perkara, kita naikan ke penyidikan, baru kita lakukan penetepan tersangka," pungkasnya. (heqa)


Sumber   :

Komentar
Close Ads X