www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Reza Usul Identitas Konsumen Prostitusi Artis Diungkap, Barung: Polisi Berhak Merahasiakan

Senin, 07 Januari 2019 - 15:37 WIB
Reza Usul Identitas Konsumen Prostitusi Artis Diungkap, Barung: Polisi Berhak Merahasiakan
Foto: Istimewa

RADARPENA.CO – Kasus prostitusi artis yang melibatkan Vanessa Angel dan Avriella Shaqqila menjadi sorotan. Apalagi, kepolisian melepas keduanya dan pengusaha yang disebut-sebut sebagai konsumen.

Menurut psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, adanya permintaan supaya identitas pengusaha yang menjadi kosumen prostitusi artis diungkap ke publik bisa menjadi hukuman sosial. Terlebih jumlah artis dan model yang diduga berada dalam jaringan dua muncikari yang telah berstatus tersangka, yakni Endang (ES) dan Tantri (TN), tidak sedikit.

"Itu bisa dijadikan sebagai sanksi sosial juga," kata Reza kepada JPNN, Senin (7/1).

Pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu melihat sisi lain dari kasus tersebut. Dia mempertanyakan keputusan otoritas penegak hukum menjadikan kedua artis tersebut sebagai korban.

"Ketika pelacur diposisikan sebagai korban, lantas germo dan konsumen si pelacur berada di posisi apa? Kalau germo adalah pelaku, maka konsumen juga patut menjadi dipidana," ucap Reza.

Menurut dia, pengguna jasa prostitusi artis tersebut bisa dijerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya telah mencari bukti dugaan keterlibatan Vanessa dan Avriella yang mengarah langsung pada prostitusi. Untuk sementara hasilnya masih nihil.

"Kami tidak menemukan bahwa yang bersangkutan (Vanessa dan Avriella) secara rutin melakukan kegiatan ini untuk menambah penghasilannya. Selama ini, mereka masih aktif sinetron dan kegiatan foto," kata Barung di Mapolda Jatim, Senin (7/1).

Ditanya apakah pengusaha yang disebut telah membooking Vanessa dan Avriella juga dapat terjerat hukum, Barung enggan berkomentar. Dia menegaskan, polisi berhak merahasiakan identitas dan apapun soal pengusaha itu.

"Karena ada undang-undang yang mengatur soal tidak membuka aib seseorang. Tidak ada regulasi apakah seseorang yang memakai jasa layanan seks, lalu dijerat hukum," terang Barung.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane berharap polisi membuka identitas pengusaha yang mem-booking Vanessa dan Avriella.

Tujuannya agar tidak menimbulkan kecurigaan publik tentang perlakuan polisi terhadap si pengusaha.

(fat/jpnn/jpc)


Sumber   : jpnn.com

Komentar
Close Ads X