www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Dinilai Bikin Berita Fitnah, Jawa Pos Dipolisikan Persebaya

Senin, 07 Januari 2019 - 22:18 WIB
Dinilai Bikin Berita Fitnah, Jawa Pos Dipolisikan Persebaya
Pengacara Persebaya Yusron Marzuki menunjukkan tanda terima laporan di SPKT Polrestabes Surabaya.

RADARPENA.CO – Surat kabar Jawa Pos dipolisikan Persebaya Surabaya gara-gara memuat pemberitaan yang dinilai cenderung fitnah hingga mencemarkan nama baik. Pemberitaan dimaksud juga dinilai tak punya dasar kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pemberitaan dengan judul ”Green Force Pun Terseret” yang dimuat Jawa Pos pada Minggu (6/1) lalu, menyebut Persebaya ”menjual” pertandingan Liga 2 melawan Kalteng Putra yang digelar pada 12 Oktober 2017. Persebaya kalah 0-1 pada laga tersebut.

Disebutkan juga dalam pemberitaan bahwa Cholid Ghoromah dan Chairul Basalamah melakukan match fixing bersama Vigit Waluyo.

Atas pemberitaan ini, baik Persebaya, Cholid, maupun Chairul membuat laporan pencemaran nama baik atas terlapor Jawa Pos ke Polresta Surabaya. Ketiganya merasa difitnah dan dirugikan akibat pemberitaan tersebut.

”Kami melaporkan Jawa Pos atas dugaan pencemaran nama baik sesuai dengan UU ITE dan KUHP. Hal ini terkait pemberitaan Minggu lalu. Ini adalah upaya kami untuk mencari keadilan,” jelas pengacara Persebaya Yusron Marzuki yang didampingi Iwan Nur Rahmat dari komunitas Bonek Advokat.

Dari pihak manajemen Persebaya, Candra Wahyudi sebagai manajer tim menyatakan bahwa Persebaya tak pernah meminta pemain atau siapa pun untuk mengalah dalam pertandingan melawan Kalteng Putra.

“Kita mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, tidak berbuah gol. Sebaliknya, Kalteng Putra  menciptakan gol melalui serangan balik,” jelas Candra yang ketika laga tersebut menjabat sebagai direktur tim.

Ia menambahkan, laporan polisi kepada Jawa Pos adalah bentuk tanggung jawab Persebaya untuk turut serta menciptakan sepak bola yang bersih.

Dengan laporan yang dilayangkan ke polisi, pada akhirnya akan bisa diuji apakah sumber-sumber yang digunakan Jawa Pos bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.

Sebab, lanjut Candra, sumber yang tidak baik, tanpa ada bukti materiil, akan menimbulkan fitnah dan kebohongan yang justru malah memperburuk persepakbolaan Indonesia.

”Kami siap bekerja sama dengan kepolisian. Laporan kami ini salah satunya ditujukan agar proses pembenahan sepak bola berjalan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada fitnah dan kebohongan,” Candra menegaskan,

Kejam

Sementara itu, Chairul yang saat laga melawan Kalteng Putra menjadi manajer Persebaya juga mengatakan bahwa Persebaya sudah berjuang habis-habisan untuk memenangkan pertandingan.

Penilaian itu, tambah Chairul, bisa dilihat dari statistik dan rekaman pertandingan. Ada sejumlah peluang emas namun bola seperti enggan masuk ke gawang lawan.

”Situasi Persebaya ketika itu juga sedang berat. Putra pelatih Alfredo Vera kritis di rumah sakit dan meninggal dunia dua hari kemudian,” ungkapnya.

”Betapa kejam pemberitaan Jawa Pos yang menyebut nama saya seperti itu,” tambahnya lagi.

Cholid Goromah juga turut menambahkan bahwa dirinya sudah lama tidak ikut campur dalam urusan tim Persebaya. Jika dia masih terlihat menjadi bagian Persebaya, hal tersebut hanya sebatas kompetisi internal dan tim amatir.

”Hotel Vasa yang saya disebut-sebut Jawa Pos naik lift untuk bertemu official Kalteng Putra, saya tidak pernah ke sana,” Cholid menegaskan.

Sebelum memolisikan Jawa Pos, baik Persebaya, Cholid dan Chairul sempat berdiskusi lebih dulu dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

Secara terpisah, Kapolresta Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menyatakan membuka pintu selebar-lebarnya atas laporan ketiga pihak yang merasa dirugikan Jawa Pos.

”Semua warga negara yang merasa dirugikan atau dicemarkan nama baiknya oleh pihak lain, berhak membuat laporan kepada polisi. Poin bagi Persebaya, memberikan laporan ini adalah bentuk keyakinan tidak bersalah,” kata Rudi.

”Kami akan menerima, selanjutnya biarkan mesin kami bekerja untuk menyelidiki kebenarannya seperti apa,” sambungnya. (bem)

 


Sumber   :

Komentar
Close Ads X