www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Kronologi 6 Anak Tertimpa Longsor saat Main di Tebing, Ngeri...

Jumat, 11 Januari 2019 - 12:15 WIB
Kronologi 6 Anak Tertimpa Longsor saat Main di Tebing, Ngeri...
Foto: Twitter @Sutopo_PN

RADARPENA.CO - Sebanyak satu dari enam anak akhirnya meninggal dunia setelah tertimbun tanah di lokasi pembangunan double track kereta api jalur Bogor-Sukabumi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019) sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, hasil keterangan dari lokasi kejadian menyebutkan dari keenam anak itu, empat anak tertimbun dan dua anak berhasil menyelamatkan diri.

“Yang tertimbun ada empat anak, satu di antaranya meninggal dunia dan tiga anak medapatkan perawatan medis karena luka. Sedangkan yang dua anak lainnya lari menyelamatkan diri,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam.

Kronologi kejadiannya, sekitar pukul 15.30 WIB, enam anak bermain di lokasi pembangunan double trackjalur kereta api jurusan Bogor-Sukabumi di Kampung Nyalindung, Kelurahan/Kecamatan Cicurug. “Mereka bermain di lokasi pembangunan tersebut karena tidak ada aktivitas pekerjaan, jadi mereka bebas bermain,” ujarnya.

Di lokasi terdapat dinding teras dengan kemiringan tegak lurus. Saat itu, pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca cerah berawan, tiba-tiba dinding teras tersebut longsor dengan sendirinya tanpa ada tanda -tanda. “Akibatnya empat anak tertimbun, sedangkan dua anak lari menyelamatkan diri,” tutur dia.

Dari empat anak yang tertimbun, satu anak bernama MRF berusia 10 tahun meninggal dunia karena posisi anak tersebut berada paling bawah. “Korban bisa dievakuasi setelah 30 menit kemudian dalam keadaan sudah meninggal dunia,” paparnya.

Sedangkan tiga anak lainnya berada di bagian atas dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Medicare Cicurug. Masing-masing bernama MRZ (10), MN (7), dan MZ (8). “Yang tiga anak bisa dievakuasi lebih cepat dan langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan tim medis,” sambung dia.

Perkara tertimbunnya anak-anak warga Kelurahan/Kecamatan Cicurug itu juga masih dalam proses penyelidikan Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cicurug.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Keterangan sementara mereka (korban) sudah beberapa kali diperingatkan agar tidak main di lokasi,” kata Kepala Polsek Cicurug Kompol Simin A Wibowo. (JPR)


Sumber   : radartegal.com

Komentar
Close Ads X