www.radarpena.com

Senin, 21 Januari 2019

Cukup Pintar, Pelaku Membunuh Siswi SMK Bogor dengan Cara Tak Biasa

Sabtu, 12 Januari 2019 - 10:10 WIB
Cukup Pintar, Pelaku Membunuh Siswi SMK Bogor dengan Cara Tak Biasa
Wali Kota Bogor Bima Arya ikut aksi tabur bunga di lokasi pembunuhan siswi SMK Baranangsiang di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Foto: Radar Bogor

RADARPENA.CO - Kasus pembunuhan siswi SMK Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki masih misterius. Polisi belum mempu mengungkap siapa pelaku yang tega menghabisi nyawa siswi SMK Baranangsiang Bogor tersebut.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser pun terkesan mulai menutup informasi terkait penyelidikan kasus Noven yang tewas dengan pisau tertancap di dada itu.

Pria yang baru beberapa hari menjabat Kapolresta Bogor Kota ini enggan menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Jumat (11/1).

Hendri yang ditemui ketika mengantarkan Wali Kota Bogor Bima Arya seusai menyaksikan konferensi video penandatanganan MoU antara Polri dan Kemensos RI tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum dalam Penyaluran Bantuan Sosial, malah kembali memasuki ruangan saat melihat kerumunan awak media.

Namun, sebelumnya dia meminta agar masyarakat bersabar. Proses penyelidikan sedang berjalan. “Jadi jangan berspekulasi macam-macam. Kami tidak ingin salah menangkap orang,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Bogor (Grup RADARPENA).

Meski memiliki sejumlah barang bukti vital seperti pisau milik pelaku dan rekaman CCTV yang merekam wajah pelaku, polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku.

Pria berinisial S yang awalnya diduga sebagai pelaku ternyata bukan. Ciri-ciri fisik S, berbeda dengan ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV. S juga memiliki alibi yang kuat karena saat waktu kejadian dia berada di Bandung.

Pisau yang ditinggalkan pelaku di dada kiri korban juga tidak membantu polisi untuk mengungkap misteri pembunuhan siswi SMK Bogor tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan Puslabfor Mabes Polri tidak ditemukan sidik jari pada gagang pisau tersebut.

Pelaku ternyata cukup pintar dengan menusukkan pisau ke dada korban dengan menggenggam. Sehingga tak tersentuh ke bagian jari.

Begitu juga dengan gawai milik korban. Polisi sudah meneliti semua percakapan-percakapan yang ada. Termasuk dokumentasi foto-foto korban.

“Belum ada satu bukti yang membantu penyidik untuk menemukan jejak pelaku. Begitu juga dengan saksi yang minim,” ucap Hendri. 

(gal/rp2/c)


Sumber   : jpnn.com

Komentar
Close Ads X